Kajian harga tanah
Harga Tanah Mamuju, Ibu Kota Sulawesi Barat
Periode kajian ini dibuka dengan bencana. Pada 15 Januari 2021, gempa bumi berkekuatan M6,2 mengguncang Mamuju dan Majene, merusak kantor gubernur, rumah sakit, dan ribuan rumah di ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Lima tahun kemudian, tanah di koridor jalan utama Kota Mamuju naik rata-rata 66% secara nominal, setara pertumbuhan majemuk ±10,6% per tahun — dorongan rekonstruksi dan belanja pemerint
Ringkasan eksekutif
Periode kajian ini dibuka dengan bencana. Pada 15 Januari 2021, gempa bumi berkekuatan M6,2 mengguncang Mamuju dan Majene, merusak kantor gubernur, rumah sakit, dan ribuan rumah di ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Lima tahun kemudian, tanah di koridor jalan utama Kota Mamuju naik rata-rata 66% secara nominal, setara pertumbuhan majemuk ±10,6% per tahun — dorongan rekonstruksi dan belanja pemerintahan provinsi membuat pasar bergerak justru dari titik terendahnya.
Temuan utama kajian ini:
- Rekonstruksi menjadi mesin pertama. Perbaikan gedung pemerintahan, rumah sakit, dan hunian setelah gempa 2021 menahan pasar tetap hidup pada saat kota lain masih tertekan pandemi. Kenaikan tertinggi justru terjadi pada 2022–2023, bukan di akhir periode.
- Pusat pemerintahan menarik nilai ke barat. Koridor Jl. Abdul Malik Pattana Endeng menuju kompleks kantor gubernur di Rangas tumbuh 12,5% per tahun, diikuti poros Simboro–Rangas (13,0%) — kawasan yang sepuluh tahun lalu masih berupa pesisir dan kebun.
- Koridor bandara dan pelabuhan paling cepat. Poros Kalukku–Tampa Padang naik 14,6% per tahun, terdorong bandara, rencana pengembangan Pelabuhan Belang-Belang, dan jalur Trans-Sulawesi Barat menuju Pasangkayu.
- Daya beli justru melemah. Pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Mamuju turun 12,08% menjadi Rp1,29 juta per bulan pada 2025. Harga tanah naik dua digit sementara belanja rumah tangga menyusut — sinyal bahwa kenaikan lebih didorong ekspektasi dan belanja pemerintah daripada permintaan hunian organik.
Kota di antara teluk dan pegunungan
Kota Mamuju adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat sekaligus ibu kota Kabupaten Mamuju — berbeda dari kota-kota sebelumnya dalam seri ini, statusnya bukan kota otonom, sehingga jalan lokalnya benar-benar berstatus jalan kabupaten. Kawasan terbangun memanjang di pita pesisir Teluk Mamuju: inti kota di Kecamatan Mamuju (Binanga, Karema, Rimuku), kawasan perkantoran provinsi di Simboro dan Rangas di barat, serta jalur pertumbuhan ke utara menuju Kalukku, bandara Tampa Padang, dan Pelabuhan Belang-Belang.
Gambar 1. Peta skematis sebaran estimasi harga tanah Agustus 2026. Gelembung = koridor muka jalan (kode sesuai Tabel 2); kotak = tanah lingkungan per kelurahan/desa, angka dalam Rp juta/m², skala warna logaritmik. Garis pantai, batas kecamatan, dan jalan digambar ulang secara skematis — bukan peta kadastral, peta ZNT, atau peta risiko gempa resmi.
Gempa, rekonstruksi, dan ibu kota provinsi
Perjalanan harga tanah Mamuju 2021–2026 mengikuti tiga babak: gempa dan rekonstruksi (2021–2022), penataan pusat pemerintahan (2023–2024), dan pelandaian (2025–2026). Linimasa berikut merangkum peristiwa yang paling berpengaruh.
Gempa M6,2 2021 Gempa Mamuju–Majene pada 15 Januari 2021 merusak kantor gubernur, RSUD, dan ribuan rumah. Pasar tanah nyaris berhenti; perhatian beralih ke hunian sementara dan perbaikan.
Rekonstruksi berjalan 2022 Dana rehabilitasi dan rekonstruksi mengalir; kontraktor, pekerja, dan pendatang memenuhi kota. Permintaan lahan untuk kantor sementara, kos, dan gudang melonjak. Kenaikan rata-rata ±12,9%.
Pusat pemerintahan ditata ulang 2023 Perkantoran provinsi dipusatkan kembali di kawasan Rangas–Simboro; jalur Pattana Endeng dan poros Simboro menguat. Kenaikan ±11,8%.
Jalur utara menguat 2024 Aktivitas di sekitar Bandara Tampa Padang dan jalur menuju Pelabuhan Belang-Belang meningkat, menarik permintaan lahan gudang dan perumahan di Kalukku. Kenaikan ±9,5%.
Daya beli tertekan 2025 Pengeluaran per kapita Kabupaten Mamuju anjlok 12,08% menjadi Rp1,29 juta per bulan. Indeks kemahalan konstruksi 87,58 poin — relatif murah, menjaga pembangunan tetap berjalan.
Landai 2026 Pasar tipis, transaksi didominasi pembeli lokal dan instansi. Kenaikan tahunan ±8,4%.
Faktor struktural yang bekerja sepanjang periode
Empat gaya menopang harga: status ibu kota provinsi dengan perkantoran, rumah sakit rujukan, dan perbankan yang melayani enam kabupaten; belanja pemerintah yang menjadi penggerak utama ekonomi kota; simpul transportasi berupa Bandara Tampa Padang serta pelabuhan di Belang-Belang dan Mamuju; serta posisi di jalur Trans-Sulawesi Barat yang menghubungkan Makassar dengan Sulawesi Tengah.
Penahannya kuat: risiko kegempaan yang nyata sejak 2021 membuat pembeli lebih memperhatikan kondisi tanah dan struktur bangunan; pasar yang tipis dengan sedikit pembanding; lahan datar terbatas karena perbukitan langsung menekan pesisir; serta daya beli penduduk yang justru menurun pada 2025.
Catatan untuk penilai
Rentang penawaran di Mamuju sangat lebar dan perlu dipilah menurut ukuran serta lokasi. Contoh 2026: kavling ±100 m² di poros Jl. Sam Ratulangi ditawarkan Rp425 juta (±Rp4,25 juta/m²) dan lahan ±1.201 m² di Jl. Cut Nyak Dien Rp3,6 miliar (±Rp3 juta/m²); sementara di jalur utara, lahan ±6.402 m² di poros provinsi dekat pelabuhan Kalukku turun dari Rp700 ribu menjadi ±Rp300 ribu/m², dan persil ±391 m² di poros Mamuju–Kalukku dekat kampus Rp400 juta (±Rp1,02 juta/m²). Satu portal mencatat rentang Rp1 juta–Rp25,5 juta per m² dengan rata-rata Rp2,5 juta — angka rata-rata seperti ini tidak layak dipakai langsung karena hanya berasal dari segelintir iklan. Periksa juga riwayat kerusakan gempa dan kondisi tanah sebelum menyimpulkan nilai.
Kurva harga per kelas jalan
Grafik indeks menyamakan titik awal semua koridor pada angka 100 (Agustus 2021). Jalan nasional dan provinsi tumbuh lebih cepat daripada jalan kabupaten karena keduanya memuat koridor pinggiran dengan basis harga rendah — poros Tampa Padang, Simboro–Rangas, dan Pattana Endeng. Jalan kabupaten justru berisi koridor pertokoan inti yang sudah mahal sejak awal.
Gambar 2. Indeks rata-rata harga tanah per kelas jalan dan tanah lingkungan, Agustus 2021 = 100. *Agustus 2026 merupakan estimasi.
Gambar 3. Lintasan harga sembilan koridor terpilih, Rp juta/m² tanah pekarangan muka jalan.
Membaca angka pertumbuhan
Tabel berikut merangkum kenaikan rata-rata tahunan seluruh koridor. Seperti Palu, Mamuju mencatat puncaknya di awal periode — dorongan rekonstruksi mendahului pemulihan ekonomi biasa — lalu menurun setiap tahun.
Mamuju tidak termasuk kota sampel Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia. Tiga indikator BPS membantu menakar: PDRB per kapita Kabupaten Mamuju Rp58,09 juta pada 2025, kedua tertinggi di Sulawesi Barat setelah Pasangkayu; indeks kemahalan konstruksi 87,58 poin, sekitar 0,88 kali Surabaya; serta pengeluaran per kapita yang anjlok 12,08% menjadi Rp1,29 juta per bulan. Kombinasi itu memberi gambaran khas kota pemerintahan kecil: nilai tanah bergerak mengikuti proyek dan ekspektasi, sementara konsumsi rumah tangga belum tentu mengikuti. Bagi penilai, artinya harga penawaran perlu dikoreksi lebih dalam karena tidak selalu ada pembeli di level tersebut.
Gambar 4. Pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) per koridor, Gambar 5. Tanah lingkungan per kelurahan/desa, Agustus 2021 vs 2021–2026. Agustus 2026.
Tabel perkembangan harga per koridor
Tabel 1 menyajikan estimasi harga tanah pekarangan di muka jalan untuk setiap koridor pada Agustus tiap tahun. Angka tahun-tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 dengan pola pertumbuhan tahunan yang mencerminkan dorongan rekonstruksi pascagempa di awal periode.
Agu
| Kode | Koridor / segmen | Kelas | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | 2026* | CAGR |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| N1 | Jl. Yos Sudarso – Sultan Hasanuddin · Pesisir & pusat kota | Nasional | 2,6 | 2,8 | 3,1 | 3,5 | 3,7 | 4,0 | 9,0% |
| N2 | Jl. Ahmad Kirang – Andi Dai · Poros dalam kota | Nasional | 2,1 | 2,3 | 2,5 | 2,8 | 3,0 | 3,2 | 8,8% |
| N3 | Jl. Poros Mamuju – Kalukku · Karema – Bambu (utara) | Nasional | 1,3 | 1,4 | 1,6 | 1,8 | 2,0 | 2,2 | 11,1% |
| N4 | Jl. Poros Mamuju – Tapalang · Simboro – arah Majene | Nasional | 0,80 | 0,89 | 1,0 | 1,2 | 1,3 | 1,4 | 11,8% |
| N5 | Jl. Poros Kalukku – Tampa Padang · Belang-Belang | Arah bandara & Pelabuhan Nasional | 0,38 | 0,44 | 0,51 | 0,60 | 0,67 | 0,75 | 14,6% |
| P1 | Jl. Abdul Malik Pattana Endeng · Perkantoran gubernur, Rangas | Provinsi | 1,0 | 1,1 | 1,3 | 1,5 | 1,6 | 1,8 | 12,5% |
| P2 | Jl. Martadinata · Pesisir Karema | Provinsi | 1,6 | 1,8 | 2,0 | 2,2 | 2,4 | 2,6 | 9,5% |
| P3 | Jl. Diponegoro – Soekarno Hatta · Binanga | Provinsi | 1,9 | 2,1 | 2,4 | 2,6 | 2,8 | 3,0 | 9,0% |
| P4 | Jl. Poros Simboro – Rangas · Pesisir barat | Provinsi | 0,65 | 0,73 | 0,85 | 0,97 | 1,1 | 1,2 | 13,0% |
| K1 | Jl. Sam Ratulangi · Pertokoan pusat kota | Kabupaten | 2,8 | 3,0 | 3,3 | 3,7 | 3,9 | 4,2 | 8,4% |
| K2 | Jl. Cut Nyak Dien · Ruko & perkantoran | Kabupaten | 2,2 | 2,4 | 2,7 | 3,0 | 3,2 | 3,4 | 8,6% |
| K3 | Jl. Urip Sumoharjo – Pattimura · Rimuku | Kabupaten | 1,2 | 1,4 | 1,5 | 1,7 | 1,9 | 2,0 | 9,9% |
| K4 | Jl. Cendrawasih – Mamunyu · Hunian & sekolah | Kabupaten | 0,95 | 1,1 | 1,2 | 1,3 | 1,5 | 1,6 | 11,0% |
| K5 | Jl. Lingkar Mamunyu – Karema · Perumahan baru | Selatan Kabupaten | 0,75 | 0,84 | 0,96 | 1,1 | 1,2 | 1,3 | 11,6% |
Tabel 1. Estimasi harga tanah pekarangan muka jalan, Rp juta/m², posisi Agustus tiap tahun. CAGR = pertumbuhan majemuk tahunan Agu 2021–Agu 2026. Garis warna di kiri: merah = jalan nasional, kuning = provinsi, biru = jalan kabupaten. *Estimasi.
Di sini jalan lokalnya memang jalan kabupaten
Berbeda dari sebagian besar kota dalam seri ini, Mamuju bukan kota otonom melainkan ibu kota Kabupaten Mamuju sekaligus ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu jaringan jalan lokalnya ditetapkan sebagai jalan kabupaten oleh Bupati, sementara poros Trans-Sulawesi Barat berstatus jalan nasional dan sejumlah ruas penghubung antarwilayah berstatus jalan provinsi. Status ruas dalam kajian ini bersifat indikatif dan perlu diverifikasi pada keputusan penetapan status ruas jalan terbaru dari Kementerian PU, Gubernur Sulawesi Barat, dan Bupati Mamuju.
Estimasi nilai per jalan utama
Estimasi berlaku untuk bidang tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah matang siap bangun, kontur relatif datar, dan rata dengan jalan. Rentang menangkap variasi di sepanjang segmen: persil pertokoan dekat pasar dan pusat pemerintahan berada di batas atas; persil jauh dari muka jalan atau di lereng berada di batas bawah.
Gambar 6. Rentang dan titik tengah estimasi Agustus 2026 dibanding posisi Agustus 2021.
Cara membaca rentang
Rentang terlebar ada di Jl. Sam Ratulangi (Rp3,2–6,5 juta/m²) dan Jl. Yos Sudarso–Sultan Hasanuddin (Rp3–6 juta/m²): kavling kecil dengan lebar muka bagus di poros pertokoan dihargai jauh di atas persil besar di belakangnya — persis pola yang terlihat pada dua contoh penawaran di kedua jalan tersebut. Di koridor utara, rentang ditentukan jarak ke bandara dan pelabuhan serta kesiapan lahan. Titik tengah sebaiknya dipakai sebagai nilai awal, lalu disesuaikan dengan karakter persil (lihat Tabel 4).
Tabel estimasi Agustus 2026 per koridor
Titik
tengah
Jl. Yos Sudarso – Sultan Hasanuddin Pantai Manakarra, pelabuhan &
Pesisir & pusat kota · Kec. Mamuju ritel
Jl. Ahmad Kirang – Andi Dai
Poros dalam kota · Kec. Mamuju
Jl. Poros Mamuju – Kalukku
Mamuju
Jl. Poros Mamuju – Tapalang
Simboro – arah Majene · Kec. Simboro
Jl. Poros Kalukku – Tampa Padang Bandara Tampa Padang &
Belang-Belang Belang-Belang · Kec. Kalukku
Jl. Diponegoro – Soekarno Hatta
Binanga · Kec. Mamuju
Jl. Martadinata
Pesisir Karema · Kec. Mamuju
Jl. Abdul Malik Pattana Endeng
Simboro
Jl. Poros Simboro – Rangas
Pesisir barat · Kec. Simboro
Jl. Sam Ratulangi Pertokoan inti kota, sewa ritel
Pertokoan pusat kota · Kec. Mamuju tertinggi
Jl. Cut Nyak Dien
Ruko & perkantoran · Kec. Mamuju
Jl. Urip Sumoharjo – Pattimura
Rimuku · Kec. Mamuju
Jl. Cendrawasih – Mamunyu
Hunian & sekolah · Kec. Mamuju
Jl. Lingkar Mamunyu – Karema
Perumahan baru · Kec. Mamuju
Tabel 2. Estimasi nilai pasar indikatif tanah pekarangan muka jalan per Agustus 2026, Rp juta/m². Status jalan bersifat indikatif.
Dari muka jalan ke bagian dalam
Tabel 3 memberikan estimasi tanah lingkungan per kelurahan dan desa beserta rasio terhadap koridor terdekat. Di inti kota rasionya rendah (1,2–1,4 kali) karena kawasan terbangunnya rapat dan sempit; sebaliknya di jalur poros seperti Tapalang dan Botteng rasionya mencapai 2,4–3,1 kali, karena nilai muka jalan ditopang fungsi perdagangan sedangkan bagian dalam masih berupa kebun.
Agu
2026*
Tabel 3. Estimasi tanah lingkungan (akses mobil, jalan 4–6 m), Rp juta/m². Rasio = titik tengah koridor acuan ÷ tanah lingkungan.
Panduan penyesuaian cepat
Riwayat kerusakan berat gempa 2021 di sekitarnya −10% s.d. −25%
| Kontur menanjak ke perbukitan | −15% s.d. −35% |
|---|---|
| Akses hanya motor / jalan belum diperkeras | −25% s.d. −45% |
| Lahan luas > 5.000 m² (diskon ukuran) | −25% s.d. −50% |
| Frontage pantai untuk komersial atau wisata | +10% s.d. +30% |
| Alas hak belum bersertifikat / masih girik | −20% s.d. −40%, kaji kepastian hukumnya |
Tabel 4. Rentang penyesuaian indikatif terhadap objek standar. Besaran akhir harus didukung data pembanding di lokasi dan informasi kondisi tanah.
Prospek 12 bulan ke depan
Dua jalur akan menentukan arah pasar Mamuju: koridor utara menuju Bandara Tampa Padang dan Pelabuhan Belang-Belang, serta kawasan perkantoran provinsi di Rangas–Simboro. Keduanya berpeluang tumbuh dua digit dari basis rendah bila belanja pemerintah dan pengembangan pelabuhan berlanjut. Inti kota diperkirakan bergerak mendekati laju inflasi. Skenario dasar kajian ini: kenaikan rata-rata 5–8% untuk Agustus 2027. Risiko ke bawah: daya beli yang sedang menurun dan pasar yang tipis; risiko ke atas: realisasi investasi pelabuhan dan bertambahnya fungsi Mamuju sebagai pusat layanan provinsi.
Bagaimana angka disusun
1. Objek standar Tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah matang siap bangun, kontur relatif datar, di kawasan perkotaan Mamuju dan sekitarnya, tanpa bangunan.
2. Triangulasi data 2025–2026
Dua kelompok data utama dipakai: (a) harga penawaran tanah di portal properti dan agen (2025–2026), dikoreksi diskon negosiasi 10–25% dan diskon ukuran untuk lahan hektaran; karena jumlah iklan sangat sedikit, tiap iklan diperiksa satu per satu dan angka rata-rata portal tidak dipakai langsung; (b) indikator BPS Kabupaten Mamuju — PDRB per kapita, indeks kemahalan konstruksi, dan pengeluaran per kapita — sebagai petunjuk daya beli dan biaya bangunan.
3. Rekonstruksi 2021–2025
Harga tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 menggunakan pola pertumbuhan tahunan yang sama untuk seluruh koridor (bobot 20%–24%–22%–18%–16% dari total pertumbuhan logaritmik), mencerminkan dorongan rekonstruksi pascagempa. Pendekatan ini menghaluskan fluktuasi; kenyataannya tiap koridor bergerak tidak serempak.
4. Tingkat keyakinan
Seperti Bau-Bau, pasar Mamuju sangat tipis. Estimasi di sini sebaiknya diperlakukan sebagai kisaran awal, bukan angka pasti, dan wajib diverifikasi dengan survei lapangan, data NJOP, serta wawancara pelaku pasar lokal.
5. Batasan
Tulisan ini adalah materi edukasi dan analisis pasar indikatif, bukan laporan penilaian menurut Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan tidak boleh dipakai sebagai dasar transaksi, agunan, atau perpajakan. Nilai untuk tujuan tersebut memerlukan inspeksi lapangan dan penilaian oleh Penilai Publik/KJPP berizin.
Sumber rujukan
— 99.co, Lamudi, Rumah123, dan Mitula: harga penawaran tanah di Mamuju dan sekitarnya, 2025–2026, termasuk poros Jl. Sam Ratulangi, Jl. Cut Nyak Dien, dan poros Mamuju–Kalukku.
— BPS melalui Databoks (2026): PDRB ADHB per kapita Kabupaten Mamuju 2025 sebesar Rp58,09 juta, kedua tertinggi di Sulawesi Barat, dan indeks kemahalan konstruksi Kabupaten Mamuju 87,58 poin.
— BPS melalui Databoks (Agustus 2026): pengeluaran per kapita Kabupaten Mamuju 2025 sebesar Rp1,29 juta per bulan, turun 12,08% dibanding 2024 (Susenas).
Tentang Valuasi Nusantara
Portal edukasi penilaian di Indonesia: properti, bisnis, aktiva tak berwujud, sumber daya alam, dan penilaian untuk tujuan perpajakan. Data dan kertas kerja lain tersedia di Pusat Data valuasinusantara.com. Masukan dan koreksi data pasar dapat dikirim ke valuasinusantara@gmail.com.