Alat hitung
Kalkulator valuasi
Enam alat kerja penilai: tiga untuk penilaian bisnis — berapa tingkat diskontonya, berapa nilai arus kasnya, dan apakah hasilnya masuk akal dibanding pasar — dua untuk penilaian aset (mesin & peralatan, tanah & bangunan), dan satu kertas kerja khusus untuk perusahaan rintisan pra-pendapatan yang belum punya arus kas untuk didiskonto.
Seluruh perhitungan berjalan di peramban Anda — tidak ada angka yang dikirim ke mana pun.
- Biaya ekuitas (Ke)
- —
- — komponen β × ERP
- —
- Biaya utang setelah pajak
- —
- Bobot ekuitas
- —
- Bobot utang
- —
- Beta aset tersirat (unlevered)
- —
- Nilai kini arus kas periode proyeksi
- —
- Nilai terminal (nominal)
- —
- Nilai kini nilai terminal
- —
- Porsi nilai terminal terhadap nilai perusahaan
- Nilai perusahaan (enterprise value)
- —
- Indikasi nilai per saham
- —
- Berdasarkan P/E
- —
- Berdasarkan P/BV
- —
- Berdasarkan EV/EBITDA
- —
- Titik tengah rentang
- —
- Nilai ekuitas pada titik tengah
- —
- Biaya reproduksi/pengganti baru (BPB)
- —
- Umur dipakai / umur ekonomis
- —
- Penyusutan fisik
- —
- Total penyusutan (fisik × fungsional × ekonomis)
- —
- Pendekatan biaya (BPB terdepresiasi)
- —
- Pendekatan pasar (rata-rata tertimbang)
- —
- Rentang pembanding disesuaikan
- —
- Selisih antarpendekatan
- —
Data pembanding
Masukkan harga penawaran/transaksi mesin sejenis. Penyesuaian umur dihitung otomatis dari sisa umur ekonomis; penyesuaian lain diisi dalam persen (+ bila pembanding lebih buruk dari objek, − bila lebih baik). Baris tanpa harga diabaikan. Bobot = kebalikan penyesuaian kotor.
| # | Uraian & tautan sumber | Tahun | Harga Rp jt | Tawar % | Kondisi % | Spesifikasi % | Lainnya % | Umur % | Disesuaikan | Bobot |
|---|
Cari data pembanding
Tautan disusun dari kata kunci di atas dan dibuka di tab baru. Harga iklan adalah harga penawaran — terapkan diskon tawar. Arsip archive.org (Wayback Machine) berguna untuk melihat harga iklan pada tanggal lampau dan untuk menyimpan bukti iklan yang dipakai.
- Indikasi harga tanah per m²
- —
- Rentang harga tanah disesuaikan per m²
- —
- Koefisien variasi pembanding
- —
- Nilai tanah
- —
- Biaya bangun baru bangunan
- —
- Penyusutan bangunan
- —
- Nilai bangunan
- —
- Nilai per m² tanah (termasuk bangunan)
- —
Data pembanding
Idealnya minimal tiga pembanding sejenis dalam satu lingkungan. Penyesuaian dalam persen terhadap harga tanah per m² (+ bila pembanding lebih buruk dari objek, − bila lebih baik). Baris tanpa harga diabaikan.
| # | Uraian & tautan sumber | Harga Rp jt | Tawar % | LT m² | LB m² | Thn bgn | Lokasi % | Legal % | Fisik % | Waktu % | Tanah/m² | Disesuaikan | Bobot |
|---|
Lokasi: akses, lingkungan, jarak ke fasilitas. Legalitas: SHM vs HGB/girik. Fisik: bentuk, lebar muka, lebar jalan, elevasi/banjir, posisi hook. Waktu: tanggal data, syarat pembayaran.
Cari data pembanding
Tautan disusun dari kata kunci di atas dan dibuka di tab baru. Iklan properti umumnya ditawar 5–15%. Periksa luas, legalitas, dan titik lokasi setiap iklan; hindari iklan ganda dari agen berbeda.
Penilaian perusahaan rintisan pra-pendapatan
Perusahaan rintisan pra-pendapatan (pre-revenue) belum memiliki arus kas historis, sehingga diskonto arus kas di tab 2 tidak dapat diandalkan sendirian. Kertas kerja ini memakai lima metode yang lazim dipakai investor tahap awal — Berkus, Penjumlahan Faktor Risiko, Scorecard (Payne), Metode Modal Ventura, dan First Chicago — lalu merekonsiliasinya menjadi satu indikasi nilai pra-uang (pre-money). Satuan nominal Rp juta.
Asumsi umum penugasan
Dipakai bersama oleh kelima metode di bawah. Contoh terisi: rintisan SaaS logistik tahap benih di Jakarta, purwarupa jalan, belum ada pendapatan berulang.
Metode Berkus
Lima sumber nilai, masing-masing diberi batas nominal. Skor 0–100% menyatakan seberapa penuh faktor itu sudah terpenuhi.
| Faktor (risiko yang dikurangi) | Skor % | Nilai |
|---|
—
Penjumlahan faktor risiko
Nilai rata-rata pembanding disesuaikan naik-turun menurut dua belas jenis risiko.
| Jenis risiko | Penilaian | Penyesuaian |
|---|
—
Scorecard (metode Payne)
Nilai rata-rata pembanding dikalikan skor tertimbang. Penilaian 100% = setara rata-rata pembanding, 125% = lebih baik seperempat.
| Faktor | Bobot % | Nilai % | Andil |
|---|---|---|---|
| Jumlah | — | — |
—
Metode modal ventura
Nilai saat keluar didiskonto mundur dengan imbal hasil yang diminta investor, lalu dikurangi dilusi putaran berikutnya.
—
First Chicago (tiga skenario)
Nilai kini masing-masing skenario ditimbang dengan peluang terjadinya. Isi nilai kini — sudah didiskonto — bukan nilai saat keluar.
| Skenario | Nilai kini Rp jt | Peluang % | Tertimbang |
|---|---|---|---|
| Jumlah | — | — |
—
Bobot rekonsiliasi
Beri bobot lebih besar pada metode yang datanya paling dapat diandalkan untuk penugasan ini. Bobot dinormalkan otomatis bila jumlahnya bukan 100%.
| Metode | Bobot % | Nilai |
|---|---|---|
| Jumlah bobot | — | — |
Pedoman: bobot besar untuk Scorecard dan Penjumlahan Faktor Risiko bila data putaran pembanding setempat memadai; bobot besar untuk Metode Modal Ventura bila proyeksi keluar sudah kredibel.
- Rentang antarmetode
- —
- Simpangan antarmetode
- —
- Nilai pra-uang
- —
- Investasi putaran ini
- —
- Nilai pasca-uang
- —
- Bagian investor baru
- —
- Harga per saham
- —
- Saham baru diterbitkan
- —
Perbandingan hasil antarmetode
Metode dengan hasil jauh menyimpang dari yang lain perlu ditelusuri: biasanya karena kelipatan saat keluar terlalu tinggi, peluang skenario sukses terlalu besar, atau nilai rata-rata pembanding diambil dari tahap pendanaan yang berbeda.
Uji kewajaran cepat
- Nilai pra-uang ÷ rata-rata pembanding
- —
- Dana yang diminta ÷ nilai pasca-uang
- —
- Nilai keluar tersirat (metode 4)
- —
- Kelipatan uang investor bila keluar sesuai rencana
- —
Sumber data pembanding putaran pendanaan
Nilai rata-rata pembanding (metode 2 dan 3) harus berasal dari putaran pendanaan yang setara tahap, sektor, dan wilayahnya — bukan dari putaran Seri B di pasar lain. Tautan berikut disusun dari kata kunci di atas dan dibuka di tab baru.
Catatan pengungkapan: sebutkan tanggal penilaian, tahap pendanaan, sumber tiap pembanding, dan alasan pembobotan metode dalam kertas kerja. Bila dipakai untuk pelaporan keuangan, periksa juga ketentuan pengukuran nilai wajar yang berlaku.