Valuasi Nusantara
Portal Keuangan & Penilaian
BI-Rate5,75%19 Agu 2026
SBN 10 tahun7,14%16 Sep 2026
ERP Indonesia6,69%Jan 2026
Inflasi (yoy)3,19%1 Sep 2026
IHSG6.43616 Sep 2026
USD/IDR17.89130 Sep 2026
HBA batu baraUSD 123,5415 Sep 2026
Harga ref. CPOUSD 1.007,511 Sep 2026

Kajian harga tanah

Harga Tanah Palembang, Kota di Dua Tepian Musi

Palembang adalah kota tertua di Indonesia sekaligus salah satu kota terbesar di Sumatera — terbelah Sungai Musi menjadi Ilir di utara dan Ulu di selatan, disatukan Jembatan Ampera yang ikonik. Kota ini punya infrastruktur yang jarang dimiliki kota di luar Jawa: kereta ringan (LRT), jaringan jalan tol ke berbagai arah, dan kawasan olahraga berskala internasional di Jakabaring. Dalam lima tahun tera

Terbit 17 September 2026Sekitar 11 menit baca2.355 kataPenulis Redaksi Valuasi Nusantara

Ringkasan eksekutif

Palembang adalah kota tertua di Indonesia sekaligus salah satu kota terbesar di Sumatera — terbelah Sungai Musi menjadi Ilir di utara dan Ulu di selatan, disatukan Jembatan Ampera yang ikonik. Kota ini punya infrastruktur yang jarang dimiliki kota di luar Jawa: kereta ringan (LRT), jaringan jalan tol ke berbagai arah, dan kawasan olahraga berskala internasional di Jakabaring. Dalam lima tahun terakhir, tanah di koridor jalan utamanya naik rata-rata 57% secara nominal, setara pertumbuhan majemuk ±9,4% per tahun.

Temuan utama kajian ini:

  • Ilir mahal, Ulu mengejar. Sisi utara Musi (Ilir) memegang hampir semua koridor termahal — Sudirman, Kapten Rivai, Veteran, dan Demang Lebar Daun. Sisi selatan (Ulu) masih jauh lebih murah, tetapi Jakabaring dan poros Yusuf Singadekane tumbuh 10,1–10,6% per tahun seiring perluasan kota dan akses tol ke arah Kayuagung.
  • Pinggiran utara dan barat tumbuh tercepat. Jl. Taqwa Mata Merah (11,8%/tahun), Tanjung Barangan–Gandus (11,4%), dan Tanjung Api-Api (11,1%) memimpin — terdorong perluasan permukiman dan kawasan ekonomi khusus di muara Musi.
  • Pusat kota lama tumbuh paling lambat. Jl. Veteran–Merdeka dan kawasan Pasar Cinde naik 7,1–7,4% per tahun. Aktivitas ritel bergeser ke koridor R. Sukamto (PTC, PIM) dan Demang Lebar Daun.
  • Daya beli kuat. PDRB per kapita Kota Palembang Rp130,92 juta pada 2025 — ketiga di Sumatera Selatan setelah Muara Enim dan Musi Banyuasin yang ditopang tambang dan migas.

Delapan belas kecamatan di tepian Musi

Kota Palembang terdiri atas 18 kecamatan yang terbagi oleh Sungai Musi. Di sisi Ilir terdapat pusat kota lama (Bukit Kecil, Ilir Timur I), koridor bisnis Sudirman, kawasan perkantoran dan perumahan menengah-atas di Ilir Barat I (Demang Lebar Daun, Lorok Pakjo), serta kawasan pinggiran Sukarami, Alang-Alang Lebar, Sako, dan Kalidoni. Di sisi Ulu terdapat Seberang Ulu, Plaju, dan Jakabaring — kawasan olahraga, perkantoran provinsi, dan perumahan baru. Jalur LRT menghubungkan bandara di utara-barat dengan Jakabaring di selatan melewati pusat kota.

Gambar 1. Peta skematis sebaran estimasi harga tanah Agustus 2026. Gelembung = koridor muka jalan (kode sesuai Tabel 2); kotak = tanah lingkungan per kelurahan, angka dalam Rp juta/m², skala warna logaritmik. Garis putus-putus ungu menandai jalur LRT secara indikatif. Sungai, batas kecamatan, dan jalan digambar ulang secara skematis — bukan peta kadastral atau ZNT resmi.

LRT, tol, dan dua tepian Musi

Perjalanan harga tanah Palembang 2021–2026 mengikuti tiga babak: tertahan pandemi (2021), pemulihan dan jaringan tol (2022–2024), lalu pelandaian (2025–2026). Linimasa berikut merangkum peristiwa yang paling berpengaruh.

Tertahan pandemi 2021 Perdagangan, perhotelan, dan jasa melambat; transaksi tanah di pusat kota terbatas. Kenaikan ±6,9%.

Pemulihan dan tol 2022 Aktivitas ekonomi pulih cepat; ruas-ruas tol Trans-Sumatera di sekitar Palembang — ke Indralaya, Kayuagung, dan Betung — memperkuat posisi kota sebagai simpul Sumatera bagian selatan. Kenaikan rata-rata ±11,3%.

Perluasan ke Ulu dan pinggiran 2023 Kawasan Jakabaring, Plaju, dan Tanjung Barangan menampung perumahan baru; koridor Tanjung Api-Api menguat. Kenaikan ±10,8%.

LRT dan kawasan terpadu 2024 Pemanfaatan LRT dan pengembangan pusat perbelanjaan serta hunian di sepanjang koridor Sudirman–Kol. Burlian menjaga permintaan di utara-barat. Kenaikan ±9,4%.

Daya beli kuat 2025 PDRB per kapita Kota Palembang Rp130,92 juta — ketiga di Sumatera Selatan. Pasar tetap likuid dengan ratusan listing aktif.

Landai 2026 Kenaikan tahunan ±8,4%; pembeli lebih memperhatikan bebas banjir dan kondisi tanah.

Faktor struktural yang bekerja sepanjang periode

Empat gaya menopang harga: status ibu kota provinsi dan pusat perdagangan Sumatera bagian selatan; infrastruktur transportasi — LRT, jaringan tol, bandara internasional, dan pelabuhan; ekonomi sumber daya dari batu bara, migas, karet, dan kelapa sawit di kabupaten sekitarnya yang mengalir ke kota sebagai belanja dan investasi; serta pendidikan dengan Universitas Sriwijaya dan puluhan perguruan tinggi lain.

Penahannya khas kota rawa: sebagian besar wilayah berupa tanah rendah dan rawa yang perlu penimbunan; risiko banjir dan genangan di kawasan dekat anak-anak sungai; kemacetan di koridor inti; serta pasokan kavling yang besar di pinggiran yang menahan kenaikan harga.

Catatan untuk penilai

Pasar Palembang tebal — ratusan listing aktif — dan portal properti mencatat harga tengah per kecamatan: Ilir Barat II sekitar Rp6 juta/m², Ilir Timur I Rp5 juta, Plaju Rp4 juta, Kemuning dan Sako Rp3 juta, serta Sematang Borang sekitar Rp792 ribu/m². Contoh penawaran 2025–2026: kavling eksklusif ±168 m² di kompleks Grand Garden Rp1,4 miliar (±Rp8,3 juta/m²); lahan ±726 m² di Jl. Trikora, Demang Lebar Daun, Rp5 miliar (termasuk rumah); lahan ±3.300 m² di Jl. Dwikora II Rp3,5 juta/m²; lahan hook ±961 m² di Tanah Merah Demang Rp3 miliar; persil ±300 m² di Jl. Inspektur Marzuki, Pakjo, Rp1,1 miliar; lahan ±1.753 m² di Jl. Padma Jaya, Plaju, Rp4,4 miliar; dan kavling ±100 m² di Jakabaring Rp330 juta. Iklan lokal sering menonjolkan "tanah darat" atau "bebas banjir" — pembeda nilai yang nyata di kota ini.

Kurva harga per kelas jalan

Grafik indeks menyamakan titik awal semua koridor pada angka 100 (Agustus 2021). Jalan nasional dan jalan kota tumbuh berdekatan, keduanya memuat koridor pinggiran yang tumbuh cepat. Jalan provinsi, yang memuat kawasan kota lama Veteran–Merdeka, tumbuh sedikit lebih lambat. Tanah lingkungan tumbuh sekitar 8,2% per tahun.

Gambar 2. Indeks rata-rata harga tanah per kelas jalan dan tanah lingkungan, Agustus 2021 = 100. *Agustus 2026 merupakan estimasi.

Gambar 3. Lintasan harga sembilan koridor terpilih, Rp juta/m² tanah pekarangan muka jalan.

Membaca angka pertumbuhan

Tabel berikut merangkum kenaikan rata-rata tahunan seluruh koridor. Polanya khas kota besar di Sumatera: tertahan pada 2021, lalu dua tahun di atas 10% saat ekonomi pulih dan jaringan tol tersambung, kemudian melandai perlahan.

Palembang termasuk kota sampel Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, sehingga pasar perumahan primernya terpantau berkala. Indikator BPS menempatkan PDRB per kapita Kota Palembang Rp130,92 juta pada 2025 — di bawah Muara Enim (Rp197,85 juta) dan Musi Banyuasin (Rp150,06 juta) yang ditopang tambang dan migas, tetapi jauh di atas kabupaten lain di Sumatera Selatan. Seperti di Jambi, kekayaan sumber daya daerah sekitarnya mengalir ke ibu kota provinsi dalam bentuk belanja, hunian, dan ruang usaha.

Gambar 4. Pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) per koridor, Gambar 5. Tanah lingkungan per kelurahan, Agustus 2021 vs 2021–2026. Agustus 2026.

Tabel perkembangan harga per koridor

Tabel 1 menyajikan estimasi harga tanah pekarangan di muka jalan untuk setiap koridor pada Agustus tiap tahun. Angka tahun-tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 dengan pola pertumbuhan tahunan yang mencerminkan pemulihan pascapandemi dan tersambungnya jaringan tol.

Agu

KodeKoridor / segmenKelas202120222023202420252026*CAGR
N1Jl. Jend. Sudirman · Pasar 16 – Km 3, pusat kotaNasional12,513,214,415,716,918,07,6%
N2Jl. Kol. H. Burlian · Km 5 – 12, arah Bandara SMB IINasional4,64,95,46,06,57,08,8%
N3Jl. Jend. Ahmad Yani · Seberang Ulu – PlajuNasional2,93,13,43,84,24,59,2%
N4Jl. Soekarno-Hatta · Lingkar barat, Alang-Alang LebarNasional3,13,33,74,24,65,010,0%
N5Jl. Mayjen Yusuf Singadekane · Jakabaring – arah Kayuagung & tolNasional2,32,52,83,13,53,810,6%
N6Jl. Tanjung Api-Api · Utara, arah KEK Tanjung Api-ApiNasional1,31,41,61,82,02,211,1%
P1Jl. Demang Lebar Daun · Ilir Barat IProvinsi6,06,47,07,78,49,08,4%
P2Jl. Basuki Rahmat – R. Sukamto · Kawasan PTC & PIMProvinsi6,87,27,98,69,310,08,0%
P3Jl. Veteran – Merdeka · Kota lama, Kantor WalikotaProvinsi8,59,09,710,511,312,07,1%
P4Jl. Tanjung Barangan – Gandus · Barat kotaProvinsi1,11,11,31,51,61,811,4%
K1Jl. Kapten Rivai – Kol. Atmo · Pertokoan inti, Pasar CindeKota9,810,311,312,213,114,07,4%
K2Jl. Angkatan 45 – Pom IX · Lorok PakjoKota5,05,35,96,47,07,58,4%
K3Jl. Inspektur Marzuki – Sukabangun 2 · Pakjo – Km 6Kota2,52,73,03,33,74,09,9%
K4Jl. Padma Jaya – Tembok Baru · Plaju – 13 UluKota2,02,12,42,72,93,29,9%
K5Jl. Taqwa Mata Merah · Kalidoni – Sematang BorangKota0,800,871,001,11,31,411,8%
K6Jl. Pangeran Ratu – Jakabaring · Kawasan JakabaringKota2,62,83,13,53,94,210,1%

Tabel 1. Estimasi harga tanah pekarangan muka jalan, Rp juta/m², posisi Agustus tiap tahun. CAGR = pertumbuhan majemuk tahunan Agu 2021–Agu 2026. Garis warna di kiri: merah = jalan nasional, kuning = provinsi, biru = jalan kota. *Estimasi.

Mengapa "jalan kota", bukan jalan kabupaten?

Palembang berstatus kota otonom, sehingga jaringan jalan lokalnya ditetapkan sebagai jalan kota oleh Wali Kota — padanan jalan kabupaten di wilayah kabupaten. Poros Sudirman–Kol. Burlian menuju bandara, Soekarno-Hatta, A. Yani, dan Yusuf Singadekane berfungsi sebagai jalan nasional, sementara sejumlah ruas penghubung antarwilayah berstatus jalan provinsi. Status ruas dalam kajian ini bersifat indikatif dan perlu diverifikasi pada keputusan penetapan status ruas jalan terbaru dari Kementerian PU, Gubernur Sumatera Selatan, dan Wali Kota Palembang.

Estimasi nilai per jalan utama

Estimasi berlaku untuk bidang tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah darat matang siap bangun, bebas banjir, serta rata dengan jalan. Rentang menangkap variasi di sepanjang segmen: persil komersial dengan lebar muka besar di simpang utama berada di batas atas; persil sempit, rendah, atau jauh dari simpang berada di batas bawah.

Gambar 6. Rentang dan titik tengah estimasi Agustus 2026 dibanding posisi Agustus 2021.

Cara membaca rentang

Rentang terlebar ada di Jl. Sudirman (Rp13–27 juta/m²) dan kawasan Kapten Rivai–Pasar Cinde (Rp10–21 juta/m²). Di koridor seperti ini, lebar muka, kedekatan dengan stasiun LRT atau pusat perbelanjaan, dan potensi bangunan tinggi menentukan hampir segalanya. Di pinggiran, faktor penentunya kondisi tanah — darat atau rawa — dan jarak ke jalan utama. Titik tengah sebaiknya dipakai sebagai nilai awal, lalu disesuaikan dengan karakter persil (lihat Tabel 4).

Tabel estimasi Agustus 2026 per koridor

Titik

tengah

Jl. Jend. Sudirman Koridor bisnis utama, LRT &

perbankan Timur I

Jl. Kol. H. Burlian Km 5–12, arah bandara & kawasan

komersial baru Sukarami

Jl. Soekarno-Hatta

Alang-Alang Lebar

Jl. Jend. Ahmad Yani Seberang Ulu, perdagangan &

industri Ulu II

Jl. Mayjen Yusuf Singadekane

Kec. Jakabaring

Jl. Tanjung Api-Api Arah KEK Tanjung Api-Api,

pergudangan Sako

Jl. Veteran – Merdeka

Timur I

Jl. Basuki Rahmat – R. Sukamto

Kawasan PTC & PIM · Kec. Ilir Timur II

Jl. Demang Lebar Daun Perkantoran & hunian

Ilir Barat I · Kec. Ilir Barat I menengah-atas

Jl. Tanjung Barangan – Gandus

Barat kota · Kec. Gandus

Jl. Kapten Rivai – Kol. Atmo

Kecil

Jl. Angkatan 45 – Pom IX

Lorok Pakjo · Kec. Ilir Barat I

Jl. Pangeran Ratu – Jakabaring

Kawasan Jakabaring · Kec. Jakabaring

Jl. Inspektur Marzuki – Sukabangun 2

Pakjo – Km 6 · Kec. Sukarami

Jl. Padma Jaya – Tembok Baru

Plaju – 13 Ulu · Kec. Plaju

Jl. Taqwa Mata Merah

Kalidoni

Tabel 2. Estimasi nilai pasar indikatif tanah pekarangan muka jalan per Agustus 2026, Rp juta/m². Status jalan bersifat indikatif.

Dari muka jalan ke lorong dan tepian

Tabel 3 memberikan estimasi tanah lingkungan per kelurahan beserta rasio terhadap koridor terdekat. Rasio di Palembang berkisar 1,3–3,3 kali. Karakter khas kota ini adalah lorong — gang sempit yang bercabang dari jalan utama — sehingga lebar akses menjadi pembeda nilai yang sangat besar di bagian dalam kelurahan.

Agu

2026*

Demang Lebar Daun

K3 · Inspektur Marzuki –

Sukabangun 2

K3 · Inspektur Marzuki –

Sukabangun 2

Sematang

Borang

Tabel 3. Estimasi tanah lingkungan (akses mobil, jalan 4–6 m, tanah darat), Rp juta/m². Rasio = titik tengah koridor acuan ÷ tanah lingkungan.

Panduan penyesuaian cepat

Posisi sudut (hook)+5% s.d. +15%
Tanah rawa / rendah, perlu penimbunan−25% s.d. −45%
Rawan banjir atau genangan pasang−15% s.d. −35%
Akses lorong < 4 m−25% s.d. −45%
Dalam radius jalan kaki ke stasiun LRT+5% s.d. +15%
Lahan luas > 5.000 m² (diskon ukuran)−15% s.d. −35%
Kavling di kompleks perumahan terencana+5% s.d. +20%

Tabel 4. Rentang penyesuaian indikatif terhadap objek standar. Besaran akhir harus didukung data pembanding di lokasi.

Prospek 12 bulan ke depan

Pertumbuhan diperkirakan tetap terkonsentrasi di sisi Ulu (Jakabaring, poros Yusuf Singadekane) yang terhubung dengan tol ke arah Kayuagung, serta pinggiran utara dan barat — Tanjung Api-Api, Mata Merah, dan Tanjung Barangan. Pusat kota diperkirakan bergerak 5–7% per tahun. Skenario dasar kajian ini: kenaikan rata-rata 5–8% untuk Agustus 2027. Risiko ke bawah: pelemahan harga komoditas dan pasokan kavling yang besar; risiko ke atas: pengembangan kawasan ekonomi khusus dan pelabuhan di muara Musi.

Bagaimana angka disusun

1. Objek standar Tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah darat matang siap bangun, bebas banjir, di dalam wilayah administrasi Kota Palembang, tanpa bangunan.

2. Triangulasi data 2025–2026

Dua kelompok data utama dipakai: (a) harga penawaran tanah di portal properti dan agen (2025–2026) — ratusan listing aktif — dikoreksi diskon negosiasi 10–20% dan diskon ukuran; penawaran yang memuat bangunan dikurangi nilai bangunannya; (b) harga tengah per kecamatan dari portal properti dan indikator BPS — PDRB per kapita kabupaten/kota di Sumatera Selatan — sebagai pemeriksaan silang.

3. Rekonstruksi 2021–2025

Harga tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 menggunakan pola pertumbuhan tahunan yang sama untuk seluruh koridor (bobot 15%–24%–23%–20%–18% dari total pertumbuhan logaritmik). Pendekatan ini menghaluskan fluktuasi; kenyataannya tiap koridor bergerak tidak serempak.

4. Kondisi tanah

Seluruh angka mengasumsikan tanah darat. Untuk bidang rawa atau rendah, gunakan penyesuaian Tabel 4 dan perhitungan biaya penimbunan aktual.

5. Batasan

Tulisan ini adalah materi edukasi dan analisis pasar indikatif, bukan laporan penilaian menurut Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan tidak boleh dipakai sebagai dasar transaksi, agunan, atau perpajakan. Nilai untuk tujuan tersebut memerlukan inspeksi lapangan dan penilaian oleh Penilai Publik/KJPP berizin.

Sumber rujukan

— Rumah123: harga tengah penawaran tanah per kecamatan di Palembang — Ilir Barat II Rp6 juta, Ilir Timur I Rp5 juta, Plaju Rp4 juta, Kemuning dan Sako Rp3 juta, Sematang Borang Rp792 ribu per m².

— Rumah123, Dot Property, Mitula, dan IN.Come Realty: penawaran tanah di Grand Garden, Jl. Trikora dan Dwikora II (Demang Lebar Daun), Tanah Merah, Jl. Inspektur Marzuki, Jl. Padma Jaya (Plaju), dan Jakabaring, 2025–2026.

— BPS melalui Databoks (Agustus 2026): PDRB ADHB per kapita Kota Palembang 2025 sebesar Rp130,92 juta, ketiga di Sumatera Selatan setelah Muara Enim dan Musi Banyuasin.

Tentang Valuasi Nusantara

Portal edukasi penilaian di Indonesia: properti, bisnis, aktiva tak berwujud, sumber daya alam, dan penilaian untuk tujuan perpajakan. Data dan kertas kerja lain tersedia di Pusat Data valuasinusantara.com. Masukan dan koreksi data pasar dapat dikirim ke valuasinusantara@gmail.com.